SUHARDI INOVATOR DARI MAHAKARYA MENCIPTAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT PENYIANG PADI

SUHARDI INOVATOR DARI MAHAKARYA MENCIPTAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT PENYIANG PADI
SUHARDI INOVATOR DARI MAHAKARYA MENCIPTAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT PENYIANG GULMA PADI BERFOTO BERSAMA SEKRETARIS CAMAT LUHAK NAN DUO, BAPAK SUTRISNO, S.Kom
SUHARDI INOVATOR DARI MAHAKARYA MENCIPTAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT PENYIANG PADI

SUHARDI MERUPAKAN SALAH SEORANG PENDUDUK MAHAKARYA YANG MEMILIKI INOVASI DALAM TEKNOLOGI TEPAT GUNA  MENCIPTAKAN ALAT PENYIANG GULMA PADA TANAMAN PADI, ALAT INI DICIPTAKAN DARI KOMBINASI MESIN BABAT RUMPUT DENGAN ALAT YANG TELAH DICIPTAKANNYA SEHINGGA SANGAT MEMBANTU BAGI PETANI DALAM MENYIANG GULMA PADA TANAMAN PADI, EFISIENSI DARI ALAT INI ADALAH SEPULUH ORANG DALAM MELAKUKAN PENYIANGAN PADI SECARA MANUAL BERBANDING SATU ORANG MELAKUKAN PENYIANGAN DENGAN MENGUNAKAN ALAT INI. 

PROFIL PETANI

 
   

 

 

Nama              : Suhardi

TTL                 : Mahakarya, 7 Desember 1978

Pekarjaan       : Petani

Istri                 : Nurmaini

Anak               :

  1. Meiriza Desilvi Mutiardi
  2. Tahta Emara
  3. Frilza Ardhiona

 

Pendidikan      :

  1. Sekolah Dasar (SD) N 15 Mahakarya –Pasaman Barat                        ( Lulus Tahun 1990 )
  2. Sekolah Menengah Pertaman (SMP) Ophir– Pasaman Barat    ( Lulus Tahun 1993 )
  3. SLTA/SMA Simpang Empat                                                    ( Lulus Tahun 1997 )

 

Pengalaman Organisasi                     :

  1. Anggota Kelompok Tani Makmur

 

Diklat yang pernah diikuti     :

  1. Pelatihan Tim Pemberdayaan Inovasi Daerah Tahun 2020
  2. Bursa Inovasi Daerah Tahun 2019

PROFIL petani berprestasi

 

SUHARDI

ALAMAT

Kampung I, Jorong MahaKarya Nagari Koto Baru

KecAMATAN Luhak Nan Duo

KABUPATEN PASAMAN BARAT

TAHUN 2020

PROFIL SUHARDI

 

 

Pekerjaan merupakan suatu amanah dari Allah SWT,  pekerjaan akan terasa ringan bahkan tidak menjadi beban apabila dikerjakan didasari dengan rasa ikhlas,maka seberat apapun pekerjaan tersebut akan terasa ringan dalam menjalaninya

            Suhardi, saya lebih sering dipanggil Ardi dilahirkan di Mahakarya Kampung 1 Kecamatan Luhak Nan Duo  Kabupaten Pasaman Barat  pada tanggal 7 Desember 1978 , sebagai Putra pertama  dari tiga bersaudara dari pasangan  Soirin dan Painah. Saya terlahir dari keluarga sederhana dab menempuh jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Mahakarya pada umur 7 tahun dan tamat SD pada tahun 1990 dan melanjutkan jenjang pendidikan Menengah Tingkat Pertama (SMP) di Ophir tamat pada tahun 1993 setelah itu saya melanjutkan lagi ke tingkat menengah atas (SMA) di Simpang Empat dan tamat tahun 1997. Setelah tamat sekolah saya mencoba ikut bisnis multimarketing dan lain-lain. Dan pada tahun 2002 saya mulai berubah pikiran tuk memulai hidup berumah tangga. Dengan dimulainya hidup berumah tangga maka pola pikir saya harus berubah seiring dengan bertambahnya tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang mempunyai tiga orang anak, dan disaat itulah saya mulai menekuni jadi petani dengan berawal dari fasilitas lahan dari orang tua.

Dalam melakukan pekerjaan saya mempunyai prinsip bahwa “Tak ada yang tak mungkin selagi kemauan ada” , karena sebagai seorang petani saya yakin bahwa apapun yang kita kerjakan dengan sungguh sungguh dan terencana hasil nya pasti akan memuaskan. Bagi saya sebagai petani itu sangat luar biasa dan mengasikkan dalam bidang apapun untuk bisa mendapatkan hasil yg lebih baik dan  menciptakan hidup yang lebih bermakna.

Saya Suhardi adalah seorang petani  Luhak Nan Duo khususnyaMahakarya  Nagari Koto Baru  Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten  Pasaman Barat  Provinsi Sumatera Barat yang telah menekuni propesi petani  sejak dari remaja Sampai saat ini. Menjadi Petani adalah pilihan bagi saya dalam kehidupan  ini, semasa kecil menjadi anak petani merupakan landasan awal kenapa saya memilih mengabdikan diri untuk Pertanian, karena bagi saya mensejahterakan petani sama juga saya mensejahterakan diri saya sendiri khususnya keluarga. Di samping saya jadi petani saya juga masuk dalam organisasi petani yaitu bergabung dalam kelompok tani Makmur.

Meskipun propesi petani saya geluti dari tahun 2002  sampai saat ini tidak di pungkiri selalu saja ada masalah yang timbul seiring dengan perkembangan jaman. Sehingga akhirnya timbullah ide ide untuk lebih memajukan pertanian di daerah saya dengan melalui inovasi inovasi yang saya ciptakan.

Saya adalah sosok petani yang tidak cepat puas dengan keadaan dalam keseharian saya sebagai petani dan selalu merasa ada yang belum sempurna setiap yang saya perbuat dengan begitu rasa keingintahuan saya sangat tinggi, pantang menyerah dan selalu melakukan terobosan-terobosan inovasi dalam bidang pertanian.Dalam perjalanannya sebagai petani banyak kendala yang di hadapi. Dengan banyaknya kendala atau masalah yang di hadapi dalam melaksanakan budidaya terutama budidaya tanaman padi mulai masalah hama dan penyakit, biaya perawatan yang tinggi sampai masalah kecocokan tanaman padi pada wilayah tersebut menjadi factor keberhasilan dalam pencapaian produksi, yang semua itu menjadi permasalah bagi petani setiap musim tanamdatang. Berawal dari itulah saya terinspirasi untuk berbuatdan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang saya hadapi khususnya petani di lingkungan saya. Berawal dari masalah tersebut maka saya mulai melakukan pengujian -pengujian diantaranya adalah:

  • Pemuliaan padi
  • Menciptakan alat sagetun {alat siang gulma pada tanaman padi}
  • Mesin alat pengumpul gabah.
  1. PEMULIAAN PADI

        Berawal    dari      masalah  -  masalah   ini  lah maka saya memulai dari pemuliaan padi, mencari jenis tanaman padi yang sesuai ataucocok dalam wilayah Masyarakat Kabupaten Pasaman Barat khususnya daerah Mahakarya.

Pada awal tahun 2017  saya memulai dari pengembangan padi dalam pot sebanyak 30 pot/ember saya tanam lima jenis padi yang berbeda, {64, batang piaman, anak daro, dan 2 dari parietas lokal yang tidak tau namanya}.

Dari kelima jenis padi tersebut disetiap pertanamannya saya ambil jenis padi yang memiliki karakteristik yang berbeda dari tanaman indukannya. Dari situlah saya kembangkan kembali dalam pot yang sebanyak 30 pot. Dari 30 pot dengan 5 parietas padi tadi saya memilih salah satu jenis tanaman yang menurut saya mempunyai keunggulan dari jenis yang lain seperti:

- Batang kokoh

- Daun bendera tegak

- Malai panjang

- Mempunyai bulir padi yang bernas

- Umur pendek.

- tahan terhadap hama wereng

Pada musim tanam ke dua, padi yang saya pilih yang mempunyai keunggulan diatas dan saya perbanyak lagi dalam pot.

Setelah panen tanaman yang kedua  saya pilih lagi sesuai karakteristik yang saya unggulkandan kemudian saya perbanyak lagi ke lahan sawah dengan luasan 2x4m. Dalam masa perawatan kita masih melakukan seleksi tanaman dengan mengeluarkan tanaman yang tidak sesuai dengan karakteristik yang kita unggulkan.  Dan setelah di panen dapatlah hasil 4 kg benih yang kita unggulkan.

Dari 4 kg benih padi yang kita unggulkan kita lakukan lagi pengembangan dengan luasan 1000m2. Dengan luasan ini kita tetap melakukan seleksi lagi karena masih ada campuran jenis lain yang membuat tanaman tidak seragam.setelah umur padi 85 hari kita lakukan lagi pemanenan dan mendapatkan hasil ubinan padi sebanyak 4.1 kg ubinan. Untuk wilayah mahakarya padi ini masih unggul produksinya di bandingkan dengan padi yang biasa petani bawa yang ubinan nya baru mencapai 3.9 kg.

Dari hasil padi dengan luasan tanam 1000m2 tadi kita kembangkan lagi ke lahan sawah dengan luasan 7500m2, ini adalah pemuliaan saya yang ke 5.dan kondisi tanaman saat ini masih masa primordia.

Dalam pelaksanaan pemuliaan ini masyarakat selalu antusias untuk mendapatkan benih ini untuk di tanam di lahan petani itu sendiri  meskipunsudah kita sampaikan belum punya label tapi petani selalu ngotot untuk mendapatkannya. Dan sekarang sudah banyak masyarakat petani yang ikut menanam padi yang saya kembangkan ini dan hasil yang di dapat sangat memuaskan para petani.

  1. SAGETUN {ALAT PENYIANG GULMA TANAMAN PADI}

Dalam proses menjalankan aktipitas sebagai petani disamping permasalah tentang Varietas yang kita unggulkan seiring dengan itu Permasalah yang tidak kalah penting dalam melaksanakan budidaya padi ini adalah gulma padi. Karena kalau tidak kita kendalikan gulma tersebut maka pertumbuhan padi akan terhambat sehingga mengakibatkan tanaman produksi menurun bahkan bisa gagal panen. Sementara biaya untuk penyiangan manual sangat tinggi dan bila menggunakan herbisida pertumbuhan padi tidak maksimal dan tanah menjadi padat. Karena dari itu  muncullah inspirasi saya untuk membuat sebuah alat penyiang padi yang saya padukan dengan mesin pemotong rumput. Alat ini saya beri nama SAGETUN yang artinya saget matun atau bisa menyiangalat ini terbuat dari dari:

  1. Besi plat lebar 16 cm
  2. Besi plat panjang 33 cm
  3. Besi baja untuk mata pisau 50 cm
  4. Mesin Potong rumput

Alat ini mempunyai cara kerja sebagai berikut :

Alat ini di gerakkan oleh mesin rumput dengan cara mendorong gulma dan membenamkannya di antara tanaman padi.

Dengan alat ini saya sudah membuktikan di lahan saya sendiri bahwasanya alat ini mampu menghemat biaya siang yang biasanya saya lakukan penyiangan manual dengan luasan 1 ha memakai tenaga kerja sebanyak 5 orang selama 10 hari dengan rincian upah tenaga Rp 50.000/hari {Rp 50.000x50 hari kerja = Rp. 2.500.000) sementara saya memakai alat siang {sagetun} ini hanya memakai tenaga kerja 1 orang dan selesai selama 4 hari kerja. Dengan rincian upah kerja laki-laki Rp. 100.000/hari x 4 hari= Rp. 400 000 + 8 L bensin {Rp 80.000}jadi dengan memakai alat ini  otomatis kita menghemat biaya sebanyak {Rp. 2.500.000-Rp.480.000= Rp.2.020.000}dengan penghematan biaya yang kita dapatkan bisa kita alihkan untuk kebutuhan yang lain.

Alat penyiang padi {sagetun} yang saya buat pada tahun 2017 ini  saya promosikan di sekitar lingkungan saya sesama petani dan mendapatkan respon yang bagus dan pada tahun 2018 alat sagetun ini di ikutkan oleh kenagarian Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat dalam lomba TTG {Teknologi Tepat Guna} setingkat kabupaten dan mendapatkan juara 1. {Foto terlampir}

Setelah alat sagetun yang saya buat  mendapatkan juara 1 tingkat kabupaten dalam lomba TTG. Kepercayaan diri saya kembali timbul sehingga saya mulai berani mempromosikan melalui sosial media yaitu akun youtube yang saya punya dan ternaya mendapatkan respon yang sangat luar biasa. Terbukti dengan banyaknya pengunjung dan permintaan masyarakat petani dari penjuru indonesia. Dan sampai saat ini saya telah bisa memenuhi permintaan sebanyak +103 unit ke seluruh indonesia { bukti terlampir}

 

Pada tahun 2019 kembali alat sagetun di tayangkan dalam  bursa inovasi DesaKabupaten pasaman barat. Dan mendapatkan respon yang baik dari masyarakat terbukti adanya permintaan.

  1. Mesin  pengumpul gabah yang sedang di jemur

Selain bertani, saya juga ada usaha turun temurun dari orang tua yaitu RMU. Cukup lama juga saya menjalankan usaha ini, jatuh bangun hal yang biasa seiring perkembangan jaman, banyak juga permasalahan yang timbul dalam usaha ini salah satunya adalah semakin sulit nya mencari tenaga kerja. Dalam usaha RMU skala menengah saya membutuhkan 3 orang tenaga kerja tetap yang jumlah tersebut sulit untuk saya dapatkan.

Dalam kondisi cuaca bagus kapasitas pengeringan yang 2.5 ton tidak cukup tenaga 1 atau 2 orang mulai dari penjemuran sampai proses hingga menjadi beras.

Karena dari itu timbul ide saya untuk membuat alat yang bisa meringankan dan mempercepat pekerjaan saya. Alat ini saya buat berfungsi untuk mengumpulkan dan mengemas gabah dari lantai jemuran langsung ke dalam karung. Biasanya untuk 2.5 ton gabah dibutuhkan 3 orang dengan waktu 2 jam untuk melakukannya.

Namun dengan alat ini, 1 orang pekerja bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 jam saja. Dan keuntungan bagi saya adalah hemat waktu dan tenaga kerja. Dengan begitu sudah pasti bisa menekan biaya operasional usaha saya.

Meskipun alat ini jauh dari kesempurnaan namun saya merasakan kepuasan tersendiri bisa berbuat sesuatu yang sebelumnya alat seperti ini belum/tidak terpikirkan oleh orang lain di daerah saya.

Alat yang saya rakit berbahan dasar plat dan besi saya padukan dengan mesin 5,5hp berbahan bakar bensin, yang fungsinya adalah untuk menggerakkan konveiyor pengumpul dan memutar baket untuk menaikkan gabah ke dalam karung. Selain untuk gabah, alat ini juga saya coba ke jagung dan ternyata juga bisa.

Demikianlah cerita singkat tentang inovasi kecil saya, mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat.

CATATAN PENJUALAN ALAT SAGETUN

NO

WAKTU PENGIRIMAN

TUJUAN

JUMLAH (UNIT)

1

6 Desember 2018

Banyuasin

1

2

9 Desember 2018

Sidodadi

2

3

19Desember 2018

Bojonegoro

2

4

30 Desember 2018

Bogor

2

5

5 Januari 2019

Bojonegoro, Bondowoso

2

6

14 Januari 2019

Boyolali, Batam

3

7

21 Januari 2019

Mojokerto

2

8

24 Januari 2019

Palopo

2

9

2 Februari2019

Tasikmalaya

1

10

12 Februari 2019

Sleman

2

11

4 Maret 2019

Sumbawa barat

2

12

12 Maret 2019

Besuji

2

13

26 Maret 2019

Wonogiri, subang

2

14

29 Maret 2019

Tangerang

1

15

1 April 2019

Tasikmalaya, jepara

2

16

17 April 2019

Belitung, Bandung

3

17

22 April 2019

Blora

2

18

26 April 2019

Majalengka

1

19

2 Mei 2019

Manyuasin

2

20

6 Mei 2019

Kuningan,Cirebon

2

21

8 Mei 2019

Solo

2

22

18 Mei 2019

Tonggala

2

23

23 Mei 2019

Sumbawa Barat

 

24

31 Mei 2019

Trenggalek

1

25

3 Juni 2019

Wajo

1

26

7 Juni 2019

Bandung

2

27

11 Juni 2019

Gorontalo

Indramayu

2

28

27 Juni 2019

Karang anyar

1

29

1 Juli 2019

Flores

2

30

26 Juli 2019

Lamongan

2

31

2 agustus 2019

Donggala

1

32

12 agustus 2019

Karang anyar, Kebumen

2

33

13 Agustus 2019

Bima

2

34

23 Agustus 2019

Jember

2

35

29 Agustus 2019

Malang, Tanah datar

3

36

2 September 2019

Bojonegoro

2

37

4 september

Karawang

2

38

8 September 2019

Sumbawa

2

39

13 September 2019

Yogyakarta

1

40

27 September 2019

Tulun Agung

3

41

3 Oktober 2019

Wonogiri

3

42

7 Oktober 2019

Tuban

3

43

20 Oktober 2019

Purworejo

2

44

25 Oktober 2019

Mataram

2

45

8 Januari 2020

Lampung, Mataram

2

46

9 Januari 2020

Lampung Timur

2

47

14 Janauari 2020

Pasuruan

2

48

24 Januari 2020

Konawe, Ponorogo

2

49

1 Februari 2020

Pemalang

3

51

10 Februari 2020

Kendal

2

52

19 Februari 2020

Poso, Pariaman

2

53

22 Februari 2020

Kebumen, Kediri

2

 

Jumlah

 

103

 

ANALISA USAHA TANI KOMODITI PADI

Tahun 2017

Luas Lahan   : 7500 m2/ Musim

Musim Tanam II

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                              Rp.      180.000,-

Tanam                                                                       Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                80.000,-

Upah pemupukan                                                      Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                  Rp.      480.000,-

Upah Siang                                                                Rp.   1.500.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         8.200.000,-

           Produksi  2150 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 10.750.000,-

            Hasil Bersih                                                    Rp.  2.550.000,-

 

Tahun 2018

Musim Tanam I

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  2530 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 12.650.000,-

                                                                                     Rp.  5.590.000,-

 

Tahun 2019

Musim Tanam I

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  3607 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 18.035.000,-

                                                                                     Rp. 10.975.000,-

Musim Tanam II

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  3911 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 19.550.000,-

                                                                                     Rp. 12.495.000,-

Musim Tanam III

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  4100 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 20.500.000,-

                                                                                     Rp. 13.440.000,-

Dari Hasil analisa usaha yang saya lakukan dari musim tanam III tahun  2017 dan Musim Tanam I tahun 2018 terjadi peningkatan produksi serta peningkatan penghasilan di karenakan adanya pengurangan biaya modal usaha terutama dalam pengiangan serta pertumbuhan tanaman bagus dengan penggunaan alat siang ini sehingga produksi meningkat.

          Di tahun 2019 dengan luas lahan yang sama,  saya telah munggunakan benih hasil pemuliaan yang telah saya seleksi dari tahun 2017 dan baru bisa saya pakai pada akhir tahun 2018 sampai sekarang. Tiap musim tanam pada tahun 2019 terjadi peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan.                                                    

ANALISA USAHA TANI KOMODITI PADI

 

             Tahun 2017

 

Luas Lahan   : 7500 m2/ Musim

Musim Tanam II

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                              Rp.      180.000,-

Tanam                                                                       Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                80.000,-

Upah pemupukan                                                      Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                  Rp.      480.000,-

Upah Siang                                                                Rp.   1.500.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         8.200.000,-

           Produksi  2150 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 10.750.000,-

            Hasil Bersih                                                    Rp.  2.550.000,-

 

Tahun 2018

Musim Tanam I

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  2530 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 12.650.000,-

                                                                                     Rp.  5.590.000,-

 

Tahun 2019

Musim Tanam I

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  3607 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 18.035.000,-

                                                                                     Rp. 10.975.000,-

Musim Tanam II

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  3911 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 19.550.000,-

                                                                                     Rp. 12.495.000,-

Musim Tanam III

Pengolahan  lahan                                                     Rp.   1.350.000,-

Pembersihan Pematang                                             Rp.      350.000,-

Benih                                                                                     Rp.      180.000,-

Tanam                                                                         Rp.  1.350.000,-

Pupuk (ZA 200 Kg, SP36 100Kg

Ponska 100 kg)                                              Rp.      800.000,-

Pembelian pestisida                                                                  80.000,-

Upah pemupukan                                                        Rp.      160.000,-

Upah penyemprotan                                                    Rp.      480.000,-

Upah Siang dengan alat Saketun                                 Rp.      360.000,-

Upah Panen                                                                 Rp.   1.650.000,-

Upah Treser                                                                 Rp.      300.000,-

                                                                                                         7.060.000,-

           Produksi  4100 Kg x Rp. 5000                                     Rp. 20.500.000,-

                                                                                     Rp. 13.440.000,-

 

Dari Hasil analisa usaha yang saya lakukan dari musim tanam III tahun  2017 dan Musim Tanam I tahun 2018 terjadi peningkatan produksi serta peningkatan penghasilan di karenakan adanya pengurangan biaya modal usaha terutama dalam pengiangan serta pertumbuhan tanaman bagus dengan penggunaan alat siang ini sehingga produksi meningkat.

            Di tahun 2019 dengan luas lahan yang sama,  saya telah munggunakan benih hasil pemuliaan yang telah saya seleksi dari tahun 2017 dan baru bisa saya pakai pada akhir tahun 2018 sampai sekarang. Tiap musim tanam pada tahun 2019 terjadi peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan.                 

DOKUMENTASI KEGIATAN

 

  1. Pemuliaan padi